Sunday, October 8, 2017

Penyebab Penyakit Polip dan Cara Mengobatinya

Inilah Penyebab Penyakit Polip dan Cara Mengobatinya

Ada beberapa hal yang diperkirakan bisa menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan pada dinding saluran hidung. Peradangan yang terjadi bisa disebabkan oleh alergi,  infeksi bakteri, virus, atau pun jamur.

Adanya kelainan dalam sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan hidung juga bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan. Faktor keturunan juga berpengaruh kepada munculnya polip hidung. Jika salah seorang orang tua menderita polip hidung, maka Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena polip. Selain itu, gangguan pada saraf di sekitar hidung juga dapat mengganggu cairan untuk mengalir sehingga menyebabkan inflamasi.

Polip hidung bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih umum menimpa usia remaja hingga dewasa. Polip paling sering terjadi pada sinus di sekitar mata, hidung dan tulang pipi.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami polip hidung:

1. Alergi rhinitis
Alergi terhadap materi seperti debu dan bulu binatang yang menyebabkan gejala menyerupai pilek.
2. Asma
Penyakit yang menyebabkan terjadinya inflamasi dan penyempitan pada saluran udara.
3. Sinusitis alergi jamur
Alergi terhadap jamur yang ada di udara.
4. Intoleransi terhadap aspirin
Kondisi ini diduga terkait dengan pertumbuhan polip hidung. Orang yang alergi terhadap aspirin memiliki kecenderungan untuk alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) lainnya juga.
5. Fibrosis kistik
Kelainan genetika ketika tubuh menghasilkan cairan yang kental dan berlebihan pada sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk ingus kental dari hidung dan juga selaput sinus.
Sindrom Churg Strauss. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Hampir semua penderita sindrom Churg Strauss akan mengalami asma  dan/atau alergi rhinitis.

Pengobatan Polip

pengobatan polip hidung bisa dilakukan dengan penggunaan obat-obatan. Jika ukuran polip hidung terlalu besar atau polip yang ada tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan, maka operasi akan dilakukan.

Pengobatan Menggunakan Antihistamin

Antihistamin mungkin kurang berhasil dalam mengatasi polip hidung yang terjadi. Tapi dokter biasa menganjurkan obat ini untuk membantu mengendalikan alergi yang terjadi. Selain itu, resep antibiotik juga bisa diberikan untuk mengatasi infeksi utama yang menyebabkan polip hidung. Pemberian obat ini dilakukan sebelum memulai konsumsi kortikosteroid.

Kortikosteroid untuk Mengurangi Radang

Untuk mengurangi peradangan dan juga mengecilkan polip yang ada, dokter akan memberikan obat kortikosteroid. Obat ini juga bisa menghilangkan sepenuhnya polip yang ada. Terdapat empat jenis kortikosteroid yang bisa diberikan pada pasien polip, antara lain obat tetes, semprot, oral,dan suntik.

Untuk penanganan pertama pada polip, biasanya akan diberikan kortikosteroid bentuk tetes atau pun semprot. Jika pengobatan tetes maupun semprot belum berhasil, dokter akan menyarankan pemberian kortikosteroid oral.

Kortikosteroid oral bisa dikonsumsi secara terpisah atau dikombinasikan dengan obat semprot atau tetes. Obat ini tidak disarankan untuk konsumsi jangka panjang karena kemungkinan dapat menimbulkan efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, dan diabetes. Pada kondisi polip hidung yang sudah parah, kortikosteroid suntik akan dianjurkan.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan kembali terbentuknya polip, misalnya asma, alergi rhinitis, atau infeksi sinus. Jika polip hidung muncul kembali, mungkin Anda perlu mengonsumsi kortikosteroid semprot dengan dosis harian untuk mencegahnya.

Operasi Pengangkatan Polip Hidung

Kadang-kadang polip bisa bertumbuh menjadi sangat besar dan mengganggu. Atau polip hidung bisa menyebabkan terjadinya gangguan tidur apnea. Pada kondisi ini, obat kortikosteroid biasanya tidak cukup membantu. Prosedur operasi endoskopik mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat polip yang muncul. Selain itu, prosedur ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki masalah pada sinus yang sering menyebabkan inflamasi.

Dokter akan memakai peralatan yang kecil untuk mengangkat polip atau penyumbat lain yang menghalangi aliran cairan dari sinus-sinus pada wajah.

Pada kondisi pascaoperasi, penderita sebaiknya menghindari keramaian dan beristirahat. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi. Jika diperlukan, untuk mencegah kemunculan kembali polip hidung, kortikosteroid semprot bisa digunakan.

Demikianlah penjelasan tentang penyebab penyakit polip dan cara prngobatan nya semoga bermanfaat, terima kasih.

Wednesday, May 10, 2017

ciri gejala Gula Darah dan Obat Gula Darah Tradisional

ciri gejala Gula Darah dan Obat Gula Darah Tradisional Penyakit gula darah atau biasa dikenal yaitu diabetes militus merupakan istilah yang mengacu dengan tingkat glukosa di dalam darah. Apabila gula darah di dalam tubuh tidak normal maka akan mengakibatkan berbagai gejala berhubungan dengan menurunnya kesehatan tubuh.Bagi orang yang menderita penyakit gula darah biasanya akan menimbulkan gejala gula darah rendah seperti:
– Badan terasa lemah.
– Sering kencing.
– Luka sulit dan sembuh lebih lama.
– Mudah lapar dan mudah haus.
– Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing maupun gusi.
– Berat badan menurun.
– Mudah mengantuk.
– Penglihatan kabur.
– Nyeri pada tangan dan kaki.

Pada orang yang normal memiliki kadar gula darah normal berkisar 60-120 mg/dl. Biasanya kadar gula pada penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan ketika tidak puasa atau normal yaitu lebih dari 200 mg/dl. Berikut beberapa cara menurunkan gula darah antara lain:
1. Membeli alat cek gula darah
Tujuan membeli alat cek gula darah ini yaitu untuk mengontrol kadar gula darah anda. Hal-hal yang perlu anda ketahui untuk menentukan range kadar normal gula darah yakni:
– Sebelum makan tingkat glukosa anda harus 80-120.
– Dua jam setelah makan tingkat glukosa anda harus kurang dari 170.
– Sebelum anda tidur kadar glukosa idealnya 100-140.
– Saat berpuasa kadar glukosa anda harus 70-100.
2. Olahraga teratur
Olahraga secara teratur dapat membantu untuk menurunkan gula darah.
3. Kurangi konsumsi gula
Mengurangi konsumsi gula adalah salah satu hal yang vital bagi anda yang menderita penyakit gula darah. Bagi anda yang menderita gula darah dianjurkan untuk mengkonsumsi gula yang rendah kalori dan bukan seperti gula pada umumnya.
4. Makan sedikit tapi sering
Bukan hanya ibu hamil yang mengalami mual muntah tetapi penderita gula darah juga dianjurkan untuk makan sedikit tapi sering. Serta lebih memperhatikan pola makan, cobalah untuk makan setiap 4 jam sekali.
5. Diet tinggi protein
Diet tinggi protein juga dapat membantu untuk menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh.

Beberapa penyebab gula darah naik yang harus anda ketahui yakni:

Pola makan

Pola makan juga mempengaruhi terjadinya peningkatan gula darah. Mengkonsumsi makanan secara berlebihan jika tidak diimbangi dengan sekresi insulin dengan jumlah yang cukup maka akan mengakibatkan penyakit gula darah. Penyebab penyakit gula darah yang disebabkan karena pola makan yaitu:

– Suka ngemil

– Kelebihan teh manis

– Kelebihan soft drink

Obesitas

Obesitas atau kegemukkan juga dapat menjadi salh satu faktor penyebab penyakit gula darah.

Faktor genetik (keturunan)

Penyakit gula darah dapat diwariskan oleh orang tua. Seorang anak dapat membawa gen penyakit gula darah dari orangtuanya.

Bahan-bahan kimia atau obat-obatan

Bahan-bahan kimia atau obat-obatan dapat menjadi salah satu faktor penyebab penyakit gula darah, karena bahan-bahan kimia dapat merusak sel-sel pankreas yang dapat menyebabkan radang pada pankreas.

Penyakit atau infeksi pada pankreas

Salah satu penyebab terjadinya penyakit gula darah yaitu karena adanya infeksi pada pankreas seperti karena radikal bebas dan sering menggunakan botol plastik berulang kali.

Pola hidup

Pola hidup juga dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit gula darah. Seseorang yang jarang berolahraga akan rentan terkena penyakit gula darah, karena olahraga dapat membantu membakar kalori di dalam tubuh. Selain itu juga dapat disebabkan karena kurang tidur, malas beraktivitas fisik dan terlalu banyak duduk.

Selain itu, obat gula darah tradisional yang aman untuk anda yaitu:
1. Brotowali
Bahan
Siapkan 6 cm batang brotowali
Cara
Batang brotowali dicuci bersih kemudian potong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun kumis kucing dan daun sambiloto. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air, tunggu mendidih hingga tersisa 2 gelas. Ramuan ini dapat anda minum setelah makan.
2. Lidah Buaya
Bahan
Siapkan 1 lembar lidah buaya
Cara
Cuci bersih lidah buaya kemudian buang durinya dan potong-potong. Rebus menggunakan 3 gelas air tunggu mendidih hingga tersisa 1 gelas air. Ramuan ini diminum 3×1,5 gelas setelah makan.
3. Mahkotadewa
Bahan
Siapkan 5-7 buah mahkota dewa
Cara
Buah mahkota dewa di iris kemudian seduh dengan air panas 200 cc. Tutup dan biarkan sebentar agar larut. Kemudian minum secukupnya.
4. Mengkudu
Bahan
Siapkan 2 buah mengkudu masak
Cara
Buah mengkudu di parut hingga halus tambah dengan air kapur sedikit aduk rata, kemudian saring atau peras dengan kain halus lalu diminum.
5. Pare
Bahan
Siapkan 200 gram pare segar
Cara
Pare dipotong-potong kemudian direbus atau di jus. Airnya dapat anda minum.
6. Teh hijau
Teh hijau dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Konsumsi teh hijau secara rutin untuk menurunkan gula darah anda.

Popular Posts